Jambi-Tebo. Me, Afriansyah anggota investigasi LPI TIPIKOR merasa ada kejanggalan terkait P19 dalam kasus dugaan Gelar Akademik palsu yang dilakukan oleh Jumawarzi caleg terpilih 2019 – 2024 dari Partai Gerindra.

Baca berita sebelumnya : http://mediaema.com/tersangka-dugaan-gelar-akademik-palsu-jumawarzi-wajib-lapor-ke-polres-tebo/

Baca juga : http://mediaema.com/ditetapkan-tsk-oleh-polres-tebo-jumawarzi-masih-bebas-berkeliaran/

Baca juga : http://mediaema.com/jumawarzi-s-h-ditetapkan-tersangka-tsk-oleh-polres-tebo/

“Saya merasa janggal dengan permintaan Jaksa, sebab saya di panggil kembali oleh penyidik Polres Tebo untuk menghadirkan Saksi yang telah meninggal dunia agar di mintai keterangan. Lalu saya bertanya kepada penyidik Polres Tebo, itu petunjuk dari siapa??? penyidik menjawab itu petunjuk dari Jaksa, agar kami memeriksa Saksi inisial R. Kata penyidik padahal dalam tahap 1 kami telah memberi tanda ALM (Almarhum) di ujung nama Saksi tersebut yang menyatakan bahwa saksi telah meninggal dunia”, jelas Afriansyah.

Afriansyah juga merasa Jaksa memberi petunjuk yang tidak ada sangkut paut dengan pasal yang di laporkannya.

“Jaksa juga meminta agar siapa yang menandatangani ijazah palsu milik Jumawarzi dimintai keterangan. Di situ saya merasa lucu, apakah jaksa tidak mengerti dan memahami berkas perkara yang diserahkan Polres Tebo. Padahal jelas pasal yang saya laporkan adalah tentang ada hak atau tidak Jumawarzi memakai Gelar Akademik, saya bukan mempermasalahkan asli atau palsunya ijazah Jumawarzi. Menurut saya ada indikasi jaksa mau mengarahkan kasus gelar akademik palsu Jumawarzi ke kasus pemalsuan ijazah. Seharusnya Jaksa harus mengerti, apabila ada undang-undang yang khusus atau lebih spesifik maka undang-undang itu yang harus dipakai. Maka dari petunjuk – petunjuk Jaksa tersebut saya patut mempertanyakan profesional dan integritas jaksa Kejari Tebo???”, kata Afriansyah

Afriansyah juga meminta kepada Polres Tebo dan Kejaksaan Negeri Tebo untuk melakukan ekspos terkait dugaan gelar akademik Jumawarzi.

Baca Juga :  Dijadikan Tersangka Perpajakan, Dirut PT Pazia Retailindo Polisikan Mantan Managernya

Untuk itu saya meminta kepada Polres Tebo dan Kejaksaan Negeri Tebo agar melakukan ekspos terkait kasus ini, biar publik jelas jangan ada persepsi kongkalikong, tutup Afriansyah.