Penulis : Hadi Prabowo | Editor : Redaksi



Mediaema.com (Kota Jambi) Diduda tak mau bertanggung jawab, limbah bekas pengeboran sumur minyak SGC 14, Desa Talang Belido, Kecamatan Sei Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, dibiarakan oleh mencemari lingkungan dan lahan pertanian milik warga. (06/04/21)

Diketahui Sumur SGC 14, adalah sumur minyak milik PT. Pertamina (Persero) EP Asset 1 Jambi Field, yang sudah beroprasi selama kurang lebih dalam kurun waktu 5 tahun.

Namun sangat disayangakan, sejak awal pengeboran. Hingga produksi sekian tahun, limbah yang terdiri dari lumpur, pasir, air yang bercampur minyak diduga dengan sengaja dibiarkan oleh pihak PT. pertamina tanpa dikelola dengan menggunaka Instalasi Pengolahan Air Limbah yang benar.

Perlu diketahui menurut Acik salah seorang warga, yang berdomisili dan memiliki lahan pertanian dan kolam ikan disekitar sumur minyak SGC 14 mengatakan kepada (red).

“Bahwa, limbah yang mengalir dan mencemari lingkungan, tersebut sangat berdampak tidak baik, dan sangat merugikan. Pasalanya pasir, lumpur, dan air yang bercampur minyak tersebut langsung mengalir ke kolam yang berisi ikan miliknya, sehingga menyebabkan ikan didalam kolam tersebut mati”

Acik juga menjelaskan bahwa, akibat tata kelola limbah yang tidak baik, menimbulkan bau yang tidak sedap, membuat warna air didalam kolam miliknya menjadi berubah warna, dan mengalami pendangkalan.

Lanjut acik, Menuturkan bahwa dirinya merasa sangat dirugikan, pasalnya kolam miliknya tidak bisa digunakan kurang lebih sudah lima tahun.

Baca Juga :  Masa Kontrak Telah Usai Proyek DPUPR Provinsi Jambi Bidang SDA Masih Berlanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *