Bermula ketika Ismawati adalah orang yang mempunyai peran penting terkait pergerakan masyarakat Terusan yang bergabung ke Kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang didirikan oleh Muslim.

Muslim menjanjikan Ismawati lahan kebun melalui program Trans Swadaya Mandiri (TSM), akhirnya Ismawati menjadi koordinator untuk mencari massa yang mau bergabung dengan kelompok SMB.

Selama menjadi koordinator pencari massa Ismawati menjanjikan sejumlah lahan untuk para anggota yang dibawanya, karena iming – iming dari Ismawati banyak masyarakat Desa Terusan yang mau bergabung dengan SMB. Walaupun Setiap anggota yang bergabung dipungut biaya pendaftaran Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) oleh Ismawati dengan alasan untuk biaya pendaftaran anggota SMB. Ismawati berhasil mengumpulkan massa ± 500 anggota untuk bergabung dengan SMB.

Seiring berjalannya waktu Ismawati merasa tidak adanya kecocokan dengan para petinggi SMB sehingga timbul niat Ismawati ingin membuat kelompok tani sendiri. Dalam menjalankan aktivitas kelompok barunya Ismawati bekerjasama dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) INTEL TIPIKOR.

Selama Ismawati bekerjasama dengan LSM INTEL TIPIKOR, ia banyak memungut biaya kepada para anggota kelompok taninya. Salah satunya Ismawati memungut biaya Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) per anggota dengan alasan untuk biaya pendaftaran dan membuat KTA (Kartu Tanda Anggota).

Dengan berjalannya waktu masyarakat yang menjadi anggota kelompok tani Ismawati merasa tertipu oleh Ismawati, karena tidak ada kejelasan tentang lahan yang mau dijadikan Trans Swadaya Mandiri (TSM) yang dijanjikan oleh Ismawati. Karena hampir setahun belum juga terealisasi. Lahan dijanjikan tak tahu dimana letak dan wujudnya, akibat ucapan yang tak bisa diwujudkan sontak ini membuat Ismawati mendapat tekanan yang luar biasa dari para anggota dan diancam akan dilaporkan kepihak penegak hukum jika ucapan Ismawati tak bisa mewujudkan apa yang dijanjikannya selama ini.

Baca Juga :  Berkunjung Wisata Ke Kerinci, Ini Penginapan Yang Wajib Di Kunjungi.

Ismawati merasa takut dan kebingungan karena desakan masyarakat menuntut janjinya. Lalu Ismawati meminta bantuan saran dan minta solusi kepada Eka Pitri, SH yang ada hubungan kerabat dengannya. Ismawati mengatakan kepada Eka Pitri, SH bahwa ia telah mendapatkan tanah dari PT. WKS, tinggal menunggu izin dari Menteri. Karena pujuk rayu dari Ismawati Eka Pitri mau membantu Ismawati.

Singkat cerita Eka Pitri, SH mengajak Afriansyah untuk membantu proses penyelesaian lahan antara Ismawati dengan PT. Wira Karya Sakti.

Setelah Eka Pitri, SH dan Afriansyah bertemu dengan Ismawati, Afriansyah menyarankan agar kelompok tani yang selama ini dibentuk Ismawati dibuat badan hukumnya.

Pada hari minggu tanggal 4 november 2018 Ismawati mengadakan Rapat dan musyawarah dengan para perwakilan anggota kelompok tani yang dihadiri oleh Eka Pitri, SH dan Afriansyah. Hasil dari musyawarah tersebut mereka menyetujui dan menyepakati bahwa akan membentuk Kelompok Tani dengan nama Kelompok Tani Hutan Terusan Bersatu dengan struktur Eka Pitri, SH sebagai Pembina, Ismawati sebagai Ketua, Afriansyah sebagai Sekretaris dan Fitri Afrianti sebagai Bendahara dan agar para pengurus yang baru dibentuk segera membuat badan hukum Kelompok Tani Terusan Bersatu. Kelompok Tani Terusan Bersatu ini beranggotakan 715 orang.

Pada tanggal 27 november 2018 terbitlah akta pendirian Kelompok Tani Hutan Terusan Bersatu nomor 181 Notaris Bambang Hadinata, SH, M.Kn dengan Struktur Eka Pitri, SH, Afriansyah dan Ismawati selaku Pendiri. Dan struktur kepengurusan sesuai dengan hasil rapat pembentukan Kelompok Tani Hutan Terusan Bersatu tersebut. Tapi para anggota kelompok tani biasa menyebut Kelompok Tani  Hutan Terusan Bersatu disingkat menjadi Kelompok Tani Terusan Bersatu. Karena lebih mudah mengucapkannya dengan menghilangkan kata “hutan”.

Baca Juga :  Dipromotori Pengusaha, Media, Lsm & Pemuda "GALCJ" Galang Donasi Untuk Masyarakat Terdampak Covid :
Dokumen mediaema.com : Akta Pendirian KTH Terusan Bersatu

Setelah badan hukum Kelompok Tani Terusan Bersatu terbit, hari jum’at tanggal 30 november tahun 2018 diadakan lagi rapat dan musyawarah dikediaman Ismawati yang mana dihadiri oleh seluruh pengurus dan seluruh anggota kelompok tani. Dan hasil dari rapat tersebut adalah 1. Ketua Kelompok Tani Hutan Terusan Bersatu segera mengeluarkan Surat Keputusan untuk Ketua-Ketua Perwakilan Kelompok Tani Hutan Terusan Bersatu, 2. Pembuatan Kartu Anggota Kelompok Tani Hutan Terusan Bersatu, 3. Penetepan Peraturan Anggota Kelompok Tani Hutan Terusan Bersatu, 4. Menetapkan iuaran sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) per anggota, 5. Menetapkan Struktur Kepengurusan Kelompok Tani Hutan Terusan Bersatu.

Dokumen mediaema.com : Eka Pitri, SH saat memberi arahan kepada para anggota kelompok tani tanggal 30 november 2018
Dokumen mediaema.com : para anggota kelompok tani yang hadir pada tanggal 30 november 2018

Selama ± 2 bulan Eka Pitri, SH dan Afriansyah fokus mengurus Kelompok Tani Terusan Bersatu, selama dibawah binaan Eka Pitri, SH dan Afriansyah kelompok tani ini berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan berdirinya kelompok tani ini.

Selang waktu ± 2 bulan tersebut Eka Pitri, SH dan Afriansyah mengajak Ismawati bertemu pihak PT. WKS untuk mempertanyakan lahan yang pernah dibicarakan Ismawati kepada Eka Pitri, SH dan Afriansyah. Setelah sampai di Kantor PT. WKS yang beralamatkan di Kota Jambi, Ismawati, Eka Pitri, SH dan Afriansyah bertemu dengan beberapa orang perwakilan dari pihak PT. WKS.

Tapi sangat disayangkan, apa yang dibicarakan dan disampaikan Ismawati kepada Eka Pitri, SH dan Afriansyah selama ini terkait lahan yang berada di izin konsesi PT. WKS tersebut tidak sesuai dengan apa yang diceritakan Ismawati (cerita bohong). Ismawati sama sekali tidak pernah dikasih atau di izinkan oleh PT. WKS untuk menggarap lahan yang berada di izin konsesi PT. WKS.

Agar masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Terusan Bersatu tidak kecewa akibat ulah dari Ismawati. Maka Eka Pitri, SH dan Afriansyah mengajukan surat permohonan kepada PT. WKS agar PT. WKS mau membina Kelompok Tani Terusan Bersatu dengan pola Kemitraan Kehutanan.

Baca Juga :  Bupati Tebo H. Sukandar, S.Kom Lantik 13 Pjs Kades.
Dokumen mediaema.com : Pihak PT. WKS pertama kali berkunjung ke Sekretariat Kelompok Tani Terusan Bersatu

Karena komunikasi yang baik antara Eka Pitri, SH dengan Pihak PT. WKS, akhirnya PT. WKS mau membina Kelompok Tani Terusan Bersatu. Walaupun sebenarnya Desa Terusan berada diluar Desa Binaan PT. WKS.

PT. WKS menawarkan beberapa bantuan untuk kegiatan – kegiatan para anggota Kelompok Tani Terusan Bersatu. Salah satu program dari PT. WKS adalah Program Desa Makmur Peduli Api, bantuan bibit ayam dan lain – lain.

Dokumen mediaema.com : PT. WKS melakukan FGD dan Program Makmur Peduli Api

Karena kesibukan aktivitas Eka Fitri, SH dan Afriansyah tidak bisa intens melakukan pembinaan terhadap para anggota Kelompok Tani Terusan Bersatu, tapi Afriansyah selaku sekretaris telah membuat surat proposal kebeberapa Instansi Pemerintahan agar Kelompok Tani Terusan Bersatu mendapat bantuan.

(Cerita bersambung………….)